Diungkapkan gelandang Internasional Prancis tersebut bahwa ada banyak klub yang menginginkan dirinya pada musim panas kemarin, termasuk diantaranya dari Chelsea dan Arsenal. Namun diantara para peminat, hanya Chelsea yang sangat serius berminat terhadap dirinya.

N’Golo Kante, gelandang Internasional Prancis ini akhirnya mengakui bahwa dia juga menerima tawaran dari Arsenal pada musim panas kemarin. Selain itu, mantan pemain Leicester City mengungkap alasan dibalik keputusannya menolak tawaran dari The Gunners dan memilih merapat ke Chelsea.

Sebagaimana diketahui, Kante memang bermain gemilang bersama dengan Leicester City pada kampanye musim 2015/16 kemarin, dimana dia membantu The Foxes dalam meraih trofi juara Liga Primer Inggris yang cukup sensasional. Tak heran jika pada musim panas di brusa transfer, pemain Prancis diminati sejumlah raksasa Eropa.

Tapi pada akhirnya, Chelsea yang berhasil mendapatkan sang pemain, namun diakui Kante bahwa Arsenal memang sempat melayangkan tawaran kepadanya.

"Dengan Arsenal sempat ada ketertarikan tapi tidak sebesar klub lainnya, Itulah mengapa saya tidak pergi ke Arsenal dan memilih Chelsea." Demikian ungkap pemain Internasional Prancis kepada Sky Sports.

Bisa dikatakan, keputusan Kante untuk memilih Chelsea terbukti benar, karena musim ini, dia bermain dengan tim yang sudah dekat dengan gelar juara Liga Primer Inggris.

Di ajang Liga Inggris sendiri, kante telah memainkan 29 caps bersama dengan Chelsea. Tim asuhan Antonio Conte itu berpeluang besar menjadi juara karena memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen dari liga yang hanya menyisakan delapan pertandingan saja.

Chelsea sendiri baru saja berhaisl mengalahkan Manchester City dengan skor akhir 2-1, dan akhir pekan nanti, mereka akan berhadapan dengan AFC Bournemouth di Vitality Stadium.

Luis Enrique menegaskan dirinya sama sekali tak menyimpan rahasia dari Lionel Messi tentang apapun yang ada di Barcelona.

Sang pelatih Blaugrana sempat dibuat gusar dengan sejumlah pertanyaan setelah dirinya mengganti Messi ketika menang 3-0 atas Athletic Bilbao dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan kemarin.

Messi, yang mencetak gol melalui tendangan bebas di laga itu, sepanjang 2017 selalu bermain dalam setiap menit bersama Barcelona dan terlihat seperti frustrasi ketika ditarik keluar meski pada akhirnya bergurau dengan Luis Suarez.

Enrique sepertinya ingin menyimpan tenaga sang superstar Argentina jelang duel leg kedua Copa del Rey kontra Atletico Madrid, meski tak mengungkapkan secara langsung soal hal tersebut.

"Tidak," kata Enrique tentang strateginya terkait kondisi fisik Messi. "Secara normal pelatih selalu berbicara dengan para pemain. Bayangkan jika saya tidak berbicara pada Messi, itu konyol."

"Hal-hal semacam itu terus terjadi setiap hari, termasuk juga dengan pemain lainnya. Tapi saya tak ingin berbicara lebih dalam soal bahasan ini."

Pendapat itu datang dari salah seorang legenda sepakbola Italia, Claudio Gentille yang menganggap bahwa Allegri merupakan sosok Pelatih dengan kontribusi lebih banyak dan lebih besar di Juventus, ketimbang apa yang telah dilakukan Conte sebelumnya.

Antonio Conte yang kini menukangi Chelsea berhasil mempersembahkan tiga trofi Serie A Italia bersama dengan Juventus, kemudian Allegri datang menggantikannya dan memenangkan dua trofi sejauh ini. Namun demikian, ada klaim yang menyebut bahwa Allegri justru lebih baik dibandingkan Conte.

Sebagaimana diketahui, Conte memang berhasil membawa Juventus menjadi kampiun Serie A Italia pada musim 2011/12, 2012/13 dan 2013/14. Sedangkan Allegri yang datang menggantikan sosoknya, sempat diragukan pada awalnya, namun akhirnya Allegri mampu membungkan keraguan tersebut, dengan memenangkan dua scudetto dan melangkah ke final Liga Champions Eropa pada musim pertamanya.

Kendati secara raihan gelar, Conte lebih banyak, namun legenda Italia yang memenangkan trofi Piala Dunia bersama dengan Gli Azzuri di tahun 1980 silam, justru menilai bahwa Allegri adalah pelatih yang lebih berkontribusi untuk Juventus ketimbang Conte.

"Allegri melakukan lebih banyak hal daripada yang dilakukan Conte untuk Juventus, Apa yang seharusnya dihitung adalah hasilnya. Saya tidak paham mengapa orang-orang lebih memilih Conte daripada Allegri. Jika ia meninggalkan Juventus, ia akan pergi ke klub besar, entah ke klub asing atau Italia." ungkap mantan pelatih timnas Italia U-21 itu pada TMW Radio.

Adapun musim ini, Allegri sendiri tengah berada di ambang scudetto ketiganya bersama dengan Juventus, dia juga membawa Bianconneri melangkah ke final Coppa Italia juga ke babak perempat final Liga Champions Eropa.

Sedangkan Antonio Conte sedang berusaha untuk meraih trofi Liga primer Inggris bersama dengan Chelsea.

Gelandang Internasional Italia tersebut yakin bahwa klubnya bakal mempelajari pertandingan-pertandingan melawan Barcelona sebelumnya untuk menyingkirkan raksasa Catalan dari ajang Liga Champions Eropa nanti. Tapi Motta juga sadar, bahwa Barcelona tetaplah tim favorit.

Paris Saint-Germain rupanya sudah benar-benar tak sabar untuk menghadapi Barcelona dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tengah pekan mendatang. Hal itu terbukti dari perkataan sejumlah pemain mereka, termasuk Thiago Motta belum lama ini, yang berharap klubnya bisa memberikan kejutan untuk sang kampiun la liga tersebut.

Seperti diketahui, Paris Saint-Germain memang diundi berhadapan dengan Barcelona dala dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini. Sebenarnya, ini bukan kali pertama kedua tim bertemu, dalam dua edisi sebelumnya, mereka sempat berhadapan di ajang yang sama, masing-masing pada musim 2012/13 dan musim 2014/15. Selama itu juga, Les Parisiens harus tersingkir dari kompetisi.

Kendati demikian, PSG tak lantas pupus harapan terkait hal ini, gelandang andalan mereka, Thiago Motta bahkan yakin bahwa timnya bisa memberikan kejutan bagi Raksasa Catalan, belajar dari pengalaman demi pengalaman pertemuan sebelumnya melawan Messi cs.

"Jelas, mereka adalah salah satu tim favorit di sini, Hanya saja, kami sudah pernah bermain lawan bereka di banyak pertandingan dan tahu apa yang bisa mereka lakukan. Ini merupakan peluang bagi kami untuk bisa mencapai perempat-final."

"Mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit untuk dua laga kami, tapi tentu saja mereka juga akan merasakan hal yang sama. Kami tahu mereka memang akan menjadi favorit, namun kami antusias menatap laga ini dan mengidamkan untuk bisa lolos lebih jauh," demikian kata gelandang internasional Italia tersebut seperti dilansir Marca.