Pendapat itu datang dari salah seorang legenda sepakbola Italia, Claudio Gentille yang menganggap bahwa Allegri merupakan sosok Pelatih dengan kontribusi lebih banyak dan lebih besar di Juventus, ketimbang apa yang telah dilakukan Conte sebelumnya.

Antonio Conte yang kini menukangi Chelsea berhasil mempersembahkan tiga trofi Serie A Italia bersama dengan Juventus, kemudian Allegri datang menggantikannya dan memenangkan dua trofi sejauh ini. Namun demikian, ada klaim yang menyebut bahwa Allegri justru lebih baik dibandingkan Conte.

Sebagaimana diketahui, Conte memang berhasil membawa Juventus menjadi kampiun Serie A Italia pada musim 2011/12, 2012/13 dan 2013/14. Sedangkan Allegri yang datang menggantikan sosoknya, sempat diragukan pada awalnya, namun akhirnya Allegri mampu membungkan keraguan tersebut, dengan memenangkan dua scudetto dan melangkah ke final Liga Champions Eropa pada musim pertamanya.

Kendati secara raihan gelar, Conte lebih banyak, namun legenda Italia yang memenangkan trofi Piala Dunia bersama dengan Gli Azzuri di tahun 1980 silam, justru menilai bahwa Allegri adalah pelatih yang lebih berkontribusi untuk Juventus ketimbang Conte.

"Allegri melakukan lebih banyak hal daripada yang dilakukan Conte untuk Juventus, Apa yang seharusnya dihitung adalah hasilnya. Saya tidak paham mengapa orang-orang lebih memilih Conte daripada Allegri. Jika ia meninggalkan Juventus, ia akan pergi ke klub besar, entah ke klub asing atau Italia." ungkap mantan pelatih timnas Italia U-21 itu pada TMW Radio.

Adapun musim ini, Allegri sendiri tengah berada di ambang scudetto ketiganya bersama dengan Juventus, dia juga membawa Bianconneri melangkah ke final Coppa Italia juga ke babak perempat final Liga Champions Eropa.

Sedangkan Antonio Conte sedang berusaha untuk meraih trofi Liga primer Inggris bersama dengan Chelsea.

Gelandang Internasional Italia tersebut yakin bahwa klubnya bakal mempelajari pertandingan-pertandingan melawan Barcelona sebelumnya untuk menyingkirkan raksasa Catalan dari ajang Liga Champions Eropa nanti. Tapi Motta juga sadar, bahwa Barcelona tetaplah tim favorit.

Paris Saint-Germain rupanya sudah benar-benar tak sabar untuk menghadapi Barcelona dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tengah pekan mendatang. Hal itu terbukti dari perkataan sejumlah pemain mereka, termasuk Thiago Motta belum lama ini, yang berharap klubnya bisa memberikan kejutan untuk sang kampiun la liga tersebut.

Seperti diketahui, Paris Saint-Germain memang diundi berhadapan dengan Barcelona dala dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini. Sebenarnya, ini bukan kali pertama kedua tim bertemu, dalam dua edisi sebelumnya, mereka sempat berhadapan di ajang yang sama, masing-masing pada musim 2012/13 dan musim 2014/15. Selama itu juga, Les Parisiens harus tersingkir dari kompetisi.

Kendati demikian, PSG tak lantas pupus harapan terkait hal ini, gelandang andalan mereka, Thiago Motta bahkan yakin bahwa timnya bisa memberikan kejutan bagi Raksasa Catalan, belajar dari pengalaman demi pengalaman pertemuan sebelumnya melawan Messi cs.

"Jelas, mereka adalah salah satu tim favorit di sini, Hanya saja, kami sudah pernah bermain lawan bereka di banyak pertandingan dan tahu apa yang bisa mereka lakukan. Ini merupakan peluang bagi kami untuk bisa mencapai perempat-final."

"Mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit untuk dua laga kami, tapi tentu saja mereka juga akan merasakan hal yang sama. Kami tahu mereka memang akan menjadi favorit, namun kami antusias menatap laga ini dan mengidamkan untuk bisa lolos lebih jauh," demikian kata gelandang internasional Italia tersebut seperti dilansir Marca.

Ini bukanlah kali pertama bagi Striker Bayern Munchen itu memenangkan penghargaan tersebut, dia sudah memenanginya untuk ke-enam kali secara beruntun. Sementara dalam keberhasilannya ini, Lewandowski berhasil mengalahkan empat kandidat lain, termasuk Arkadiusz Milik.

Robert Lewandowski, Bintang andalan Bayern Munchen ini baru sajaberhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di Negaranya, Polandia, untuk edisi tahun 2016 kemarin. Tentu saja, mantan pemain Borussia Dortmund ini senang dengan keberhasilannya tersebut.

Sebagaimana diketahui, Lewandowski adalah salah satu pemain bintang yang cukup sukses asal Polandia. Dia bermain bagi salah satu klub terbaik Eropa, Bayern Munchen sejak tahun 2015 kemarin. Dia juga menampilkan performa yang konsisten dari musim ke musim . Pada ajang Euro 2016 kemarin, Lewy memang gagal mengantarkan polandia ke babak semifinal, namun demikian, performanya dalam kompetisi tersebut cukup memuaskan.

Tak heran jika dalam perebutan penghargaan pemain terbaik Polandia , mantan pemain Borussia Dortmund ini berhasil mengalahkan empat kandidat lainnya, antara lain Kamil Glik, Grzegorz Krychowiak, Arkadiusz Milik dan Michal Pazdan. Tentu saja, sang pemain mengaku senang, apalagi ini adalah untuk keenam kalinya bagi Lewy memenangkan penghargaan tersebut dalam enam tahun terakhir secara beruntun, tepatnya sejak tahun 2011 silam.

"Saya senang bisa memenangkan pernghargaan sekali lagi sebagai pemain terbaik tahunan. Penghargaan ini sangatlah berarti bagi saya dan merupakan sebuah bentuk penghormatan terbesar." ungkap Lewandowski.

Lewandowski menikmati kampanye sukses sepanjang tahun lalu sebagaimana Bayern memenangkan gelar ganda, dengan dirinya juga keluar sebagai top skor Bundesliga. Selain itu, ketajamannya berlanjut di Euro 2016 , dia tampil cukup bagus dalam turnamen itu, meski gagal membawa Polandia ke babak semifinal.

Tak hanya sanksi berupa dua pertandingan yang didapatkan penyerang asal Argentina itu, melainkan juga denda sebesar 10 Ribu Euro. Tindakannya menendang bola ke arah Wasit rupanya menjadi sorotan pihak otoritas kompetisi Serie A Italia dan Icardi pun tak bisa menghindari Sanksi.

Inter Milan harus menelan pil pahit selepas kekalahan mereka di Derby D’Italia akhir pekan kemarin. Pelatih Stefano Pioli harus memikirkan opsi lain untuk mencover absensi Icardi dalam dua pertandingan ke depan. Ya, Striker asal Argentina itu baru saja dijatuhi sanksi dua laga setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit.

Sebagaimana diketahui, La Beneamata bertandang ke Turin untuk berhadapan dengan tim tuan rumah Juventus dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin. Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah berhasil mengemas tiga angka setelah gol indah Juan Cuadrado membuat skor akhir menjadi 1-0. Kekalahan bagi Inter Milan adalah yang pertama dalam delapan pertandingan terakhir.

Namun, kekalahan di laga tersebut bukan satu-satunya derita yang dialami tim arahan Stefano Pioli. Inter Milan harus segera memikirkan siapa yang akan mereka turunkan sebagai ujung tombak di dua partai berikutnya, karena Mauro Icardi dipastikan absen. Striker asal Argentina itu mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua laga ke depan dari FIGC setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit Nicola Rizzoli.

Selain itu, Icardi juga diharuskan membayar sebesar 10 Ribu Euro kepada FIGC terkait dengan pelanggaran yang dia lakukan. Adapun, tak hanya Icardi yang mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua pertandingan, tapi juga winger andalan La Beneamata, Ivan Perisic yang mendapati kartu merah dalam pertandingan tersebut karena mengajukan protes terlalu keras.