Ditegaskan juga oleh kiper Internasional Jerman tersebut bahwa dalam pertandingan melawan PSG itu, enam gol yang diciptakan oleh Barcelona adalah murni karena kerja keras para pemain, bukan karena bantuan dari wasit, seperti tudingan orang-orang.

Barcelona dituding mendapatkan bantuan dari wasit saat berhasil meraih kemenangan telak 6-1 atas Paris saint-Germain dalam babak 16 besar Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu. Namun hal ini dibantah tegas oleh kiper andalan mereka, ter Stegen.

Seperti diketahui, usai kalah 4-0 pada leg pertama, Barcelona secara perkasa menggagahi Les parisiens pada leg kedua dengan skor telak 6-1, dimana hasil itu kemudian membawa mereka melangkah ke delapan besar. Namun sejumlah pihak menyoroti kinerja wasit yang dianggap telah menguntungkan Barcelona karena sejumlah keputusannya yang kontroversial.

Pihak Barca sendiri tidak merasa demikian, begitu juga dengan penjaga gawang andalan mereka, Marc-Andre Ter Stegen. Dia menilai bahwa enam gol yang diciptakan raksasa catalan dalam lga tersebut benar-benar murni karena kerja keras rekan-rekannya.

"Saya tidak tertarik dengan hal tersebut. Siapapun yang menyaksikan pertandingan tahu bahwa kami mencetak enam gol dan itu semua terjadi tanpa bantuan dari wasit," Demikian tegas Ter Stegen kepada Tuttosport.

Sebagaimana diketahui, Barcelona kemudian unggul agregat 6-5 atas paris Saint-germain dan melangkah ke babak perempat final. Di babak delapan besar sendiri, mereka akan berhadapan dengan Juara bertahan Serie A Italia, Juventus, dan leg pertamaya akan berlangsung di Turin pada 12 april mendatang.

Banyak pihak yang menjagokan Barcelona untuk memenangkan pertandingan nanti, namun mereka diklaim tidak akan mampu mencetak banyak gol ke gawang buffon pada laga nanti.

Akan tetapi, striker internasional Kolombia itu mengaju sudah meminta maaf dengan sang pelatih dan hubungan keduanya kini baik-baik saja. Bahkan Bacca juga mentraktir rekan rekan setimnya sebagai bentuk permohonan maaf atas amarahnya tersebut.

Ada pemandangan yang kurang sedap dipandang dalam partai AC Milan melawan Sampdoria akhir pekan kemarin, dimana , striker Rossoneri, Carlos Bacca terlihat marah dan berselisih dengan pelatih nya, Vincenzo Montella. Terkait dengan insiden tersebut, Bacca mengaku salah.

AC Milan kembali harus telan kekalahan dalam lanjutan serie A Italia musim ini. berhadapan dengan Sampdoria , Rossoneri yang bermain di kandang sendiri kalah dengan skor tipis 0-1 dari tim tuan rumah. terlepas dari kekalahan itu, ada insiden yang kurang sedap dipandang terjadi dalam laga tersebut. adalah striker Carlos Bacca, yang telah mengoleksi sembilan gol di berbagai kompetisi musim ini, terlihat berang usai digantikan Gianluca Lapadula di sisa 18 menit pertandingan tersebut.

Faktanya, ini bukan pertama kali bagi Bacca terlibat perselisihan dengan Montella, sebelumnya ia juga marah setelah digantikan melawan Pescara pada Oktober tahun lalu dan total sudah 15 kali ditarik keluar dari 18 starter di semua kompetisi musim ini. jelas saja jika kemudian dia merasa marah saat ditarik keluar dari pertandingan tersebut.

Bacca menegaskan bahwa itu tidak lain adalah bentuk cintanya terhadap Milan, namun bagaimana pun dia sadar bahwa itu adalah sebuah kesalahan.

"Itu terjadi begitu saja dengan dia menarik saya keluar dan saya marah karena kami kalah 1-0. Tentu saja saya masih ingin bermain dan membantu tim terhindar dari kekalahan . Itu keputusan dia dan saya memiliki adrenalin pertandingan. Sekarang semuanya terbuka, saya sendiri telah berbicara dengan sang pelatih , dan saya sadar bahwa saya memang salah karena marah . "

"Saya bilang kepada pelatih telah membuat kesalahan, saya juga telah berbicara dengan rekan rekan saya, dan mengundang mereka untuk makan malam. Saya melakukan itu karena kami tim yang bersatu. Semuanya baik-baik saja setelah pertandingan itu dan saya bicara dengannya pagi ini. Sama sekali tidak ada masalah yang terjadi antara kami, bagaimanapun saya harus menghormati keputusannya, dan terus bekerja keras demi tim ini." kata Bacca kepada Milan TV.

Gelandang milik Paris Saint-Germain itu menganggap bahwa dia sama sekali tidak akan emosional dibuat saat harus menghadapi sang kapten Portugal suatu saat nanti. Bukan karena ada masalah, tapi menurut Ben Arfa, CR7 bukan lagi pemain hebat yang gerakannya gesit dan tidak tertebak.

Ben Arfa, gelandang andalan paris Saint-Germain ini belum lama berbicara mengenai salah seorang bintang Real Madrid, cristiano Ronaldo, yang mungkin saja bakal membuat para fans sang bintang akan merasa geram. Bagaimana tidak? Pemain Timnas Prancis itu menyebut bahwa Cristiano Ronaldo adalah sosok pemain yang gerakannya mudah ditebak.

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo tak bisa dibantah merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Atributnya yang berposisi di lini depan, tergolong lengkap. Paling krusial adalah pergerakannya ketika bermain. Ronaldo dikenal begitu sulit ditebak, baik saat bergerak dengan bola atau saat tidak menguasai bola.

Saat masih berkostum Real Madrid, pemain Portugal itu dikenal sebagai sosok pengocek yang handal. Sementara di Real Madrid kini, pemain 32 tahun itu kerap datang tiba-tiba untuk mengkonversi peluang, menyambar bola menjadi gol. Siapa saja pemain yang akan berhadapan dengan Cristiano Ronaldo mungkin akan merasa terhormat, tapi tidak dengan gelandang Paris saint-Germain, Hatem Ben Arfa.

Pemain Timnas Prancis ini mersa bahwa gerakan Cristiano Ronaldo sekarang sudah mudah untuk ditebak, tidak gesit lagi seperti dulu.

"Saya tidak akan dibuat emosional jika dihadapkan dengan Ronaldo. Dia memang pemain hebat, semua mengakuinya, tapi pergerakannya mudah ditebak," ungkap Ben Arfa singkat, seperti dikutip France Football.

Cristiano Ronaldo sendiri memang menjalani musim yang tidak terlalu bagus, statistiknya memperlihatkan hal tersebut.

Don Carletto sama sekali tidak kaget akan perkembangan para pelatih asal Italia serta prestasi yang mereka catatkan di level klub. Hal tersebut dituturkan oleh Eks pelatih Real madrid karena memang pendidikan kepelatihan di Negaranya sangat bagus dan inovatif.

Keberhasilan manajer-manajer asal Italia rupanya memunculkan perhatian sendiri bagi sejumlah pihak, bahkan salah satu diantara mereka, Carlo Ancelotti, yang sudah terbukti sukses dalam menjalankan karirnya sebagai pelatih, tak ragu menyanjung kualitas sekolah kepelatihan di Negara asalnya itu.

Ya memang harus diakui bahwa pelatih-pelatih asal Italia tengah meraup sukses di level klub, seperti misalnya Claudio Ranieri yang membawa Leicester City memenangkan trofi Liga primer inggris pada kampanye musim lalu. Kemudian ada Allegri yang mempertahankan trofi Scudetto bersama Juventus, sementara itu Conte tengah menuju gelar juara Liga primer inggris bersama Chelsea.

Mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti yang juga berasal dari Italia, tak merasa terkejut dengan keberhasilan para pelatih asal Italia, hal tersebut karena menurutnya sekolah kepelatihan di Italia memang bagus dan inovatif.

"Sekolah manajer Italia sangatlah inovatif jika kita bicara soal pendidikan. Saya belajar banyak hal dan mendapatkan pengalaman di Italia - mengingat bahwa sepakbola di Italia dimainkan secara berbeda - membuat Anda jadi lebih kreatif dan cermat dalam menyiapkan pertandingan," ungkapnya.

Sedangkan, Carlo Ancelotti sendiri saat ini tengah dalam usaha untuk membawa Bayern Munchen meraih treble winner musim ini, begitu juga massimiliano Allegri yang memperjuangkan target serupa bersama Juventus.

Patut dinantikan, siapa antara kedua pelatih ini yang akan berhasil memenangkan treble winner dan tentu saja salah satu diantaranya bakal memenangkan penghargaan sebagai yang terbaik di Italia.