Ini bukanlah kali pertama bagi Striker Bayern Munchen itu memenangkan penghargaan tersebut, dia sudah memenanginya untuk ke-enam kali secara beruntun. Sementara dalam keberhasilannya ini, Lewandowski berhasil mengalahkan empat kandidat lain, termasuk Arkadiusz Milik.

Robert Lewandowski, Bintang andalan Bayern Munchen ini baru sajaberhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di Negaranya, Polandia, untuk edisi tahun 2016 kemarin. Tentu saja, mantan pemain Borussia Dortmund ini senang dengan keberhasilannya tersebut.

Sebagaimana diketahui, Lewandowski adalah salah satu pemain bintang yang cukup sukses asal Polandia. Dia bermain bagi salah satu klub terbaik Eropa, Bayern Munchen sejak tahun 2015 kemarin. Dia juga menampilkan performa yang konsisten dari musim ke musim . Pada ajang Euro 2016 kemarin, Lewy memang gagal mengantarkan polandia ke babak semifinal, namun demikian, performanya dalam kompetisi tersebut cukup memuaskan.

Tak heran jika dalam perebutan penghargaan pemain terbaik Polandia , mantan pemain Borussia Dortmund ini berhasil mengalahkan empat kandidat lainnya, antara lain Kamil Glik, Grzegorz Krychowiak, Arkadiusz Milik dan Michal Pazdan. Tentu saja, sang pemain mengaku senang, apalagi ini adalah untuk keenam kalinya bagi Lewy memenangkan penghargaan tersebut dalam enam tahun terakhir secara beruntun, tepatnya sejak tahun 2011 silam.

"Saya senang bisa memenangkan pernghargaan sekali lagi sebagai pemain terbaik tahunan. Penghargaan ini sangatlah berarti bagi saya dan merupakan sebuah bentuk penghormatan terbesar." ungkap Lewandowski.

Lewandowski menikmati kampanye sukses sepanjang tahun lalu sebagaimana Bayern memenangkan gelar ganda, dengan dirinya juga keluar sebagai top skor Bundesliga. Selain itu, ketajamannya berlanjut di Euro 2016 , dia tampil cukup bagus dalam turnamen itu, meski gagal membawa Polandia ke babak semifinal.

Tak hanya sanksi berupa dua pertandingan yang didapatkan penyerang asal Argentina itu, melainkan juga denda sebesar 10 Ribu Euro. Tindakannya menendang bola ke arah Wasit rupanya menjadi sorotan pihak otoritas kompetisi Serie A Italia dan Icardi pun tak bisa menghindari Sanksi.

Inter Milan harus menelan pil pahit selepas kekalahan mereka di Derby D’Italia akhir pekan kemarin. Pelatih Stefano Pioli harus memikirkan opsi lain untuk mencover absensi Icardi dalam dua pertandingan ke depan. Ya, Striker asal Argentina itu baru saja dijatuhi sanksi dua laga setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit.

Sebagaimana diketahui, La Beneamata bertandang ke Turin untuk berhadapan dengan tim tuan rumah Juventus dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin. Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah berhasil mengemas tiga angka setelah gol indah Juan Cuadrado membuat skor akhir menjadi 1-0. Kekalahan bagi Inter Milan adalah yang pertama dalam delapan pertandingan terakhir.

Namun, kekalahan di laga tersebut bukan satu-satunya derita yang dialami tim arahan Stefano Pioli. Inter Milan harus segera memikirkan siapa yang akan mereka turunkan sebagai ujung tombak di dua partai berikutnya, karena Mauro Icardi dipastikan absen. Striker asal Argentina itu mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua laga ke depan dari FIGC setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit Nicola Rizzoli.

Selain itu, Icardi juga diharuskan membayar sebesar 10 Ribu Euro kepada FIGC terkait dengan pelanggaran yang dia lakukan. Adapun, tak hanya Icardi yang mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua pertandingan, tapi juga winger andalan La Beneamata, Ivan Perisic yang mendapati kartu merah dalam pertandingan tersebut karena mengajukan protes terlalu keras.

Ditegaskan juga oleh kiper Internasional Jerman tersebut bahwa dalam pertandingan melawan PSG itu, enam gol yang diciptakan oleh Barcelona adalah murni karena kerja keras para pemain, bukan karena bantuan dari wasit, seperti tudingan orang-orang.

Barcelona dituding mendapatkan bantuan dari wasit saat berhasil meraih kemenangan telak 6-1 atas Paris saint-Germain dalam babak 16 besar Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu. Namun hal ini dibantah tegas oleh kiper andalan mereka, ter Stegen.

Seperti diketahui, usai kalah 4-0 pada leg pertama, Barcelona secara perkasa menggagahi Les parisiens pada leg kedua dengan skor telak 6-1, dimana hasil itu kemudian membawa mereka melangkah ke delapan besar. Namun sejumlah pihak menyoroti kinerja wasit yang dianggap telah menguntungkan Barcelona karena sejumlah keputusannya yang kontroversial.

Pihak Barca sendiri tidak merasa demikian, begitu juga dengan penjaga gawang andalan mereka, Marc-Andre Ter Stegen. Dia menilai bahwa enam gol yang diciptakan raksasa catalan dalam lga tersebut benar-benar murni karena kerja keras rekan-rekannya.

"Saya tidak tertarik dengan hal tersebut. Siapapun yang menyaksikan pertandingan tahu bahwa kami mencetak enam gol dan itu semua terjadi tanpa bantuan dari wasit," Demikian tegas Ter Stegen kepada Tuttosport.

Sebagaimana diketahui, Barcelona kemudian unggul agregat 6-5 atas paris Saint-germain dan melangkah ke babak perempat final. Di babak delapan besar sendiri, mereka akan berhadapan dengan Juara bertahan Serie A Italia, Juventus, dan leg pertamaya akan berlangsung di Turin pada 12 april mendatang.

Banyak pihak yang menjagokan Barcelona untuk memenangkan pertandingan nanti, namun mereka diklaim tidak akan mampu mencetak banyak gol ke gawang buffon pada laga nanti.

Akan tetapi, striker internasional Kolombia itu mengaju sudah meminta maaf dengan sang pelatih dan hubungan keduanya kini baik-baik saja. Bahkan Bacca juga mentraktir rekan rekan setimnya sebagai bentuk permohonan maaf atas amarahnya tersebut.

Ada pemandangan yang kurang sedap dipandang dalam partai AC Milan melawan Sampdoria akhir pekan kemarin, dimana , striker Rossoneri, Carlos Bacca terlihat marah dan berselisih dengan pelatih nya, Vincenzo Montella. Terkait dengan insiden tersebut, Bacca mengaku salah.

AC Milan kembali harus telan kekalahan dalam lanjutan serie A Italia musim ini. berhadapan dengan Sampdoria , Rossoneri yang bermain di kandang sendiri kalah dengan skor tipis 0-1 dari tim tuan rumah. terlepas dari kekalahan itu, ada insiden yang kurang sedap dipandang terjadi dalam laga tersebut. adalah striker Carlos Bacca, yang telah mengoleksi sembilan gol di berbagai kompetisi musim ini, terlihat berang usai digantikan Gianluca Lapadula di sisa 18 menit pertandingan tersebut.

Faktanya, ini bukan pertama kali bagi Bacca terlibat perselisihan dengan Montella, sebelumnya ia juga marah setelah digantikan melawan Pescara pada Oktober tahun lalu dan total sudah 15 kali ditarik keluar dari 18 starter di semua kompetisi musim ini. jelas saja jika kemudian dia merasa marah saat ditarik keluar dari pertandingan tersebut.

Bacca menegaskan bahwa itu tidak lain adalah bentuk cintanya terhadap Milan, namun bagaimana pun dia sadar bahwa itu adalah sebuah kesalahan.

"Itu terjadi begitu saja dengan dia menarik saya keluar dan saya marah karena kami kalah 1-0. Tentu saja saya masih ingin bermain dan membantu tim terhindar dari kekalahan . Itu keputusan dia dan saya memiliki adrenalin pertandingan. Sekarang semuanya terbuka, saya sendiri telah berbicara dengan sang pelatih , dan saya sadar bahwa saya memang salah karena marah . "

"Saya bilang kepada pelatih telah membuat kesalahan, saya juga telah berbicara dengan rekan rekan saya, dan mengundang mereka untuk makan malam. Saya melakukan itu karena kami tim yang bersatu. Semuanya baik-baik saja setelah pertandingan itu dan saya bicara dengannya pagi ini. Sama sekali tidak ada masalah yang terjadi antara kami, bagaimanapun saya harus menghormati keputusannya, dan terus bekerja keras demi tim ini." kata Bacca kepada Milan TV.