Gelandang milik Paris Saint-Germain itu menganggap bahwa dia sama sekali tidak akan emosional dibuat saat harus menghadapi sang kapten Portugal suatu saat nanti. Bukan karena ada masalah, tapi menurut Ben Arfa, CR7 bukan lagi pemain hebat yang gerakannya gesit dan tidak tertebak.

Ben Arfa, gelandang andalan paris Saint-Germain ini belum lama berbicara mengenai salah seorang bintang Real Madrid, cristiano Ronaldo, yang mungkin saja bakal membuat para fans sang bintang akan merasa geram. Bagaimana tidak? Pemain Timnas Prancis itu menyebut bahwa Cristiano Ronaldo adalah sosok pemain yang gerakannya mudah ditebak.

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo tak bisa dibantah merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Atributnya yang berposisi di lini depan, tergolong lengkap. Paling krusial adalah pergerakannya ketika bermain. Ronaldo dikenal begitu sulit ditebak, baik saat bergerak dengan bola atau saat tidak menguasai bola.

Saat masih berkostum Real Madrid, pemain Portugal itu dikenal sebagai sosok pengocek yang handal. Sementara di Real Madrid kini, pemain 32 tahun itu kerap datang tiba-tiba untuk mengkonversi peluang, menyambar bola menjadi gol. Siapa saja pemain yang akan berhadapan dengan Cristiano Ronaldo mungkin akan merasa terhormat, tapi tidak dengan gelandang Paris saint-Germain, Hatem Ben Arfa.

Pemain Timnas Prancis ini mersa bahwa gerakan Cristiano Ronaldo sekarang sudah mudah untuk ditebak, tidak gesit lagi seperti dulu.

"Saya tidak akan dibuat emosional jika dihadapkan dengan Ronaldo. Dia memang pemain hebat, semua mengakuinya, tapi pergerakannya mudah ditebak," ungkap Ben Arfa singkat, seperti dikutip France Football.

Cristiano Ronaldo sendiri memang menjalani musim yang tidak terlalu bagus, statistiknya memperlihatkan hal tersebut.

Don Carletto sama sekali tidak kaget akan perkembangan para pelatih asal Italia serta prestasi yang mereka catatkan di level klub. Hal tersebut dituturkan oleh Eks pelatih Real madrid karena memang pendidikan kepelatihan di Negaranya sangat bagus dan inovatif.

Keberhasilan manajer-manajer asal Italia rupanya memunculkan perhatian sendiri bagi sejumlah pihak, bahkan salah satu diantara mereka, Carlo Ancelotti, yang sudah terbukti sukses dalam menjalankan karirnya sebagai pelatih, tak ragu menyanjung kualitas sekolah kepelatihan di Negara asalnya itu.

Ya memang harus diakui bahwa pelatih-pelatih asal Italia tengah meraup sukses di level klub, seperti misalnya Claudio Ranieri yang membawa Leicester City memenangkan trofi Liga primer inggris pada kampanye musim lalu. Kemudian ada Allegri yang mempertahankan trofi Scudetto bersama Juventus, sementara itu Conte tengah menuju gelar juara Liga primer inggris bersama Chelsea.

Mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti yang juga berasal dari Italia, tak merasa terkejut dengan keberhasilan para pelatih asal Italia, hal tersebut karena menurutnya sekolah kepelatihan di Italia memang bagus dan inovatif.

"Sekolah manajer Italia sangatlah inovatif jika kita bicara soal pendidikan. Saya belajar banyak hal dan mendapatkan pengalaman di Italia - mengingat bahwa sepakbola di Italia dimainkan secara berbeda - membuat Anda jadi lebih kreatif dan cermat dalam menyiapkan pertandingan," ungkapnya.

Sedangkan, Carlo Ancelotti sendiri saat ini tengah dalam usaha untuk membawa Bayern Munchen meraih treble winner musim ini, begitu juga massimiliano Allegri yang memperjuangkan target serupa bersama Juventus.

Patut dinantikan, siapa antara kedua pelatih ini yang akan berhasil memenangkan treble winner dan tentu saja salah satu diantaranya bakal memenangkan penghargaan sebagai yang terbaik di Italia.

Hal tersebut dituturkan langsung oleh sang pemain Perancis, namun ditegaskan Lacazette bahwa dirinya sama sekali tak bermaksud untuk menggantikan peran dari Luis Suarez sebagai ujung tombak raksasa Catalan.

Striker andalan Olympique Lyon, Alexandre Lacazette mengungkapkan bahwa dirinya bermimpi untuk bermain bagi salah satu raksasa la liga Spanyol , FC Barcelona suatu saat nanti. Menurut sang pemain prancis, Barca adalah salah satu klub terbaik dunia dalam sedekade terakhir.

Sebagai informasi, performa Lacazette dalam dua musim terakhir bersama dengan Lyon memang mengesankan, dia pun mulai dikaitkan dengan isu hengkang sejak musim panas kemarin, namun sang pemain lebih memilih bertahan di lyon.

akan tetapi , belum lama ini, striker berusia 25 tahun itu telah menyatakan akhir musim 2016/17 adalah saat yang tepat untuk menemukan suasana baru dengan mencoba peruntungan bersama klub anyar. Dan meski diminati oleh klub-klub raksasa Eropa lain seperti Arsenal, Liverpool sampai Manchester United, namun justru Blaugrana adalah klub yang diinginkan Lacazette.

"Barcelona merupakan sebuah klub sepakbola yang sangat besar. Mereka punya tiga orang alien di lini depan. Itu akan seperti mimpi,Jika itu terjadi, maka luar biasa, namun demikian saya tidak mengatakan bahwa saya akan menggantikan posisi Luis Suarez, tetapi saya ingin bermain untuk mereka suatu hari nanti." ujar pemain berusia 25 tahun tersebut kepada Canal+.

Sebagai informasi, Lacazette sendiri telah mencatatkan 113 gol dalam 254 capsi bersama dengan Olympique Lyon sejak melakoni debutnya pada tahun 2010 silam. tak heran jika dirinya kemudian diminati oleh sejumlah Raksasa Eropa. Namun sepertinya, selama masih ada Luis Suarez, lacazette harus mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan Barcelona.

Hal itu ditegaskan oleh Allegri, yang merupakan pelatih Juventus, meskipun dia mengakui bahwa laga kontra Barcelona cukup penting, namun ditegaskan sang manajer bahwa laga kontra Verona juga tidak kalah pentingnya, karena hal itu semakin mendekatkan dirinya dengan Scudetto.

Juventus akan berhadapan melawan Barcelona di tengah pekan mendatang, namun laga tersebut sejatinya mereka abaikan, karena ada laga yang tidak kalah pentingnya akhir pekan ini, tak lain melawan Chievo Verona dalam lanjutan Serie A Italia Giornata ke-31.

Sebagaimana diketahui, pada 12 April mendatang, Juventus akan menghadapi Barcelona pada pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions Eropa. Pertandingan itu jelas penting, karena dengan memenangkannya, maka Bianconneri akan semakin dekat dengan final dan mewujudkan mimpi mereka meraih trofi UCL untuk pertama kali selama 21 tahun terakhir.

Namun, pelatih Max Allegri menegeskan bahwa saat ini tidak ada laga yang lebih penting dari laga melawan Chievo Verona akhir pekan ini.

"Barca? Kaami baru akan berpikir tentang mereka setelah laga melawan Chievo Besok. Sekarang kami hanya memikirkan bagaimana caranya mengalahkan Chievo, karena ini juga menjadi pertandingan yang sangat penting bagi kami,"

"Saya rasa, pertandingan melawan Barcelona tidak membutuhkan persiapan yang panjang. Tantangannya ada di situ, karena kami yakin akan menjalani laga hebat hadapi tim yang luar biasa. Sedangkan kemenangan melawan Chievo nanti sangatlah krusial, karena membawa kami semakin dekat dengan Scudetto."

"lantas siapa yang akan bermain? Sejujurnya, Mandzukic sejauh ini masih belum pasti. Saya mungkin akan memainkan skema dua striker, bersama dengan Dybala yang akan bermain sebagai Striker Murni" tutur Allegri, seperti dikutip Goal Italia.