Setelah sebelumnya menyindir gaya bermain Liverpool yang dianggapnya lebih sering bertahan, kini pelatih asal Portugal mengkritik seni bertahan Chelsea dibawah arahan manajer Anyar Antonio Conte. Padahal, dulunya Mourinho sendiri menerapkan taktik bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, memulai PSY war dengan melempar kritik cara bermain pada manajer klub rivalnya. Setelah Jurgen Klopp, yang merupakan manajer Liverpool, kini giliran juru taktik Chelsea, Antonio Conte, yang mendapat sindiran.

Sebagaimana diketahui, Chelsea arahan Antonio Conte sempat memainkan sistem yang tak jauh berbeda dengan tim-tim Premier League yang lain di awal musim ini, namun setelah taktik itu tak berjalan dengan baik, manajer asal Italia kemudian menerapkan taktik dengan tiga bek, sama seperti yang dia lakukan di Juventus. Dengan taktik tersebut, Chelsea bermain lebih bertahan dengan mengandalkan serangan balik.

Beberapa pihak menyambut positif taktik tersebut karena Chelsea berhasil memuncakki klasemen sementara dengan sembilan poin di atas para rival terdekatnya. Namun, pelatih Manchester United, Jose Mourinho, tak serta merta menyambuntnya sebagai hal yang positif. Manajer asal Portugal justru menyindir gaya bermain Chelsea yang menurutnya bertentangan dengan gaya bermain sepakbola Inggris.

"Tim asuhan saya bermain dengan cara yang sangat bagus. Namun segalanya mulai berbeda sekarang, Ketika dahulu saya -- yang memenangkan tiga gelar Liga Primer Inggris -- membuat tim saya tampil tajam juga kukuh di pertahanan, banyak sekali kritik yang menyebut itu tak cukup."

"Sepertinya, musim ini, pertahanan fenomenal dan permainan bertahan adalah seni. Jadi kesimpulannya ada perubahan besar di Inggris. Namun saya tidak ingin mengubah cara kami bermain," Demikian ujar Mou seperti dikutip ESPN FC.

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang penggawa Bianconneri, Miralem Pjanic, yang merasa bahwa Juventus saat ini tengah berada dalam performa terbaik. Namun, klub tak boleh terlena akan situasi tersebut, karena bukan tidak mungkin bakal dimanfaatkan oleh para rival terdekat.

Juventus semakin berjaya di puncak klasemen sementara Serie A Italia dengan keunggulan enam poin atas Napoli yang berada di peringkat kedua, dan memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Hal tersebutpun diakui karena memang Bianconneri saat ini tengah berada dalam performa terbaiknya.

Sebagaimana diketahui, Musim ini, Juventus tampil cukup gemilang setelah sempat meragukan di awal . Sejumlah pertandingan berhasil mereka menangkan secara berutun, terakhir saat berhadapan dengan Inter Milan di J Stadium yang berkesudahan dengan skor tipis 1-0. Kemenangan demi kemenangan ini membuat Bianconneri kian dekat untuk mempertahankan Scudetto ke-enam secara beruntun dalam enam musim terakhir.

Terkait dengan hal tersebut, gelandang anyar Bianconneri, Miralem Pjanic, mengakui bahwa klub memang tengah berada dalam performa terbaiknya, namun gelandang Bosnia-Herzegovina itu melarang rekan-rekannya untuk terlena.

”Sepertinya kami memang tengah berada dalam bentuk terbaik saat ini, kami memainkan sepakbola yang bagus dan sama baiknya dalam hal mencetak gol serta menggagalkan gol lawan. Inter menghadirkan kesulitan bagi kami, namun performa kami di kandang sendiri selalu menjadi patokan”

”Kami karang membiarkan situasi terpeleset datang dan anda sudah melihatnya sendiri dalam laga kemarin. Skuat yang kami punya memiliki kedalaman yang bagus, dibungkus dengan kualitas, Saat anda punya kekuatan dengan kedalaman seperti ini, maka akan memudahkan pelatih untuk menentukan tim utama, siapapun lawan yang akan dihadapi”

”Yang paling utama adalah bagian dari kampanye kami musim ini baru saja dimulai, dan kami harus tetap yakin bahwa kami siap menyelesaikannya, semakin jauh, semakin kecil kesalahan yang muncul, dan harus diingat, tim-tim di belakang masih belum menyerah, jadi kami tak boleh terlena” Ujar Eks Roma kepada reporter.

Diungkapkan gelandang Internasional Prancis tersebut bahwa ada banyak klub yang menginginkan dirinya pada musim panas kemarin, termasuk diantaranya dari Chelsea dan Arsenal. Namun diantara para peminat, hanya Chelsea yang sangat serius berminat terhadap dirinya.

N’Golo Kante, gelandang Internasional Prancis ini akhirnya mengakui bahwa dia juga menerima tawaran dari Arsenal pada musim panas kemarin. Selain itu, mantan pemain Leicester City mengungkap alasan dibalik keputusannya menolak tawaran dari The Gunners dan memilih merapat ke Chelsea.

Sebagaimana diketahui, Kante memang bermain gemilang bersama dengan Leicester City pada kampanye musim 2015/16 kemarin, dimana dia membantu The Foxes dalam meraih trofi juara Liga Primer Inggris yang cukup sensasional. Tak heran jika pada musim panas di brusa transfer, pemain Prancis diminati sejumlah raksasa Eropa.

Tapi pada akhirnya, Chelsea yang berhasil mendapatkan sang pemain, namun diakui Kante bahwa Arsenal memang sempat melayangkan tawaran kepadanya.

"Dengan Arsenal sempat ada ketertarikan tapi tidak sebesar klub lainnya, Itulah mengapa saya tidak pergi ke Arsenal dan memilih Chelsea." Demikian ungkap pemain Internasional Prancis kepada Sky Sports.

Bisa dikatakan, keputusan Kante untuk memilih Chelsea terbukti benar, karena musim ini, dia bermain dengan tim yang sudah dekat dengan gelar juara Liga Primer Inggris.

Di ajang Liga Inggris sendiri, kante telah memainkan 29 caps bersama dengan Chelsea. Tim asuhan Antonio Conte itu berpeluang besar menjadi juara karena memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen dari liga yang hanya menyisakan delapan pertandingan saja.

Chelsea sendiri baru saja berhaisl mengalahkan Manchester City dengan skor akhir 2-1, dan akhir pekan nanti, mereka akan berhadapan dengan AFC Bournemouth di Vitality Stadium.

Luis Enrique menegaskan dirinya sama sekali tak menyimpan rahasia dari Lionel Messi tentang apapun yang ada di Barcelona.

Sang pelatih Blaugrana sempat dibuat gusar dengan sejumlah pertanyaan setelah dirinya mengganti Messi ketika menang 3-0 atas Athletic Bilbao dalam lanjutan La Liga Spanyol pekan kemarin.

Messi, yang mencetak gol melalui tendangan bebas di laga itu, sepanjang 2017 selalu bermain dalam setiap menit bersama Barcelona dan terlihat seperti frustrasi ketika ditarik keluar meski pada akhirnya bergurau dengan Luis Suarez.

Enrique sepertinya ingin menyimpan tenaga sang superstar Argentina jelang duel leg kedua Copa del Rey kontra Atletico Madrid, meski tak mengungkapkan secara langsung soal hal tersebut.

"Tidak," kata Enrique tentang strateginya terkait kondisi fisik Messi. "Secara normal pelatih selalu berbicara dengan para pemain. Bayangkan jika saya tidak berbicara pada Messi, itu konyol."

"Hal-hal semacam itu terus terjadi setiap hari, termasuk juga dengan pemain lainnya. Tapi saya tak ingin berbicara lebih dalam soal bahasan ini."