Striker Internaisonal Polandia tersebut mengungkapkan bahwa Die Roten selalu menderita secara fisik setiap melewati paruh musim selama dilatih Pep Guardiola. Secara tidak langsung, Lewy menyebut bahwa manajer asal Catalan selalu mewajibkan tim asuhannya untuk bekerja keras di Tiap pertandingan.

Pep Guardiola, mantan manajer sukses FC Barcelona ini tengah keteteran dalam usahanya membawa Manchester City meraih gelar Premier League meski baru separuh jalan. Terkait hal tersebut, salah seorang eks arahan pep di Bayern, Robert Lewandowski, mengungkapkan kelemahan dari sistem yang diterapkan manajer asal Catalan itu.

Seperti diketahui, setelah sukses bersama Barcelona selama empat tahun, kemudian memutuskan istirahat selama satu musim, Pep Guardiola memang akhirnya resmi menangani Bayern sejak 2013. Nah, berdasarkan penuturan Lewandowski sendiri, selama Guardiola menangani Bayern, sang juru latih asal Spanyol selalu meminta anak asuhnya untuk tampil habis-habisan sejak awal musim, hanya sedikit pemain yang mampu bertahan total hingga musim benar-benar berakhir.

Gagalnya Bayern Munchen di ajang Liga Champions Eropa disebut-sebut sebagai kekurangan Pep selama menukangi klub, namun Lewandowski percaya segalanya akan lebih baik di bawah arahan manajer anyar, Carlo Ancelotti.

"Faktanya, kami justru merasa jauh lebih baik di paruh kedua musim ini, Secara fisik dan taktik, kami lebih baik. Kami selalu memiliki masalah ketika menjelang akhir musim selama dua tahun terakhir, baik secara fisik dan juga kendala cedera." Demikian ujar pemain asal Polandia seperti dikutip Bild.

Adapun Bayern Munchen sendiri saat ini tengah menggelar pusat pelatihan di Qatar guna mempersiapkan lanjutan kampanye musim 2016/17. Di klasemen sementara bundesliga, mereka duduk di puncak, sedangkan Manchester City arahan Pep berada di urutan keempat klasemen Premier League.

Juara Liga Primer Inggris musim 2015/16, Leicester City, berhasil mendatangkan amunisi anyar yang cukup berkualitas pada bursa transfer musim panas ini. Sosok tersebut adalah kapten Sevilla musim lalu, Vincente Iborra, yang telah sepakat untuk kontrak berdurasi empat tahun di King Power.

Kesepakatan transfer ini tercapai akhir pekan kemarin, dan Leicester City sendiri resmi mengumumkan keberhasilan mereka pada selasa lalu (04/07) waktu setempat. Menurut informasi yang kami dapatkan, Leicester City sendiri harus menghabiskan dana sebesar 12,9 juta Poundsterling untuk mendatangkan Vincente Iborra dari raksasa La Liga Spanyol tersebut.

Demgan demikian, Iborra resmi menjadi amunisi anyar kedua yang direkrut Leicester City pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Sebelumnya, The Foxes memang berhasil mendaratkan bek Harry Maguire dari tangan Hull City. Terkait dengan kepindahanya ini, Iborra mengaku sangat senang, dan berharap segalanya berjalan baik di musim debutnya pada ajang Liga Primer Inggris bersama Leicester City.

"Saya sangat senang bisa berada di sini bersama Leicester City dan saya menantikan pengalaman bermain di Liga Primer bersama rekan-rekan setim saya yang baru musim depan,"

"Segala hal tentang klub ini nampak berjalan dengan baik dan merupakan hal yang menyenangkan bertemu dengan rekan-rekan setim saya yang baru. Saya telah berbicara dengan mereka tentang kota dan klub ini jadi saya sudah tidak sabar untuk memulainya." Demikian Ujar Iborra sebagaimana dilansir laman resmi Leicester city.

Pelatih Leicester City, Craig Shakespear sendiri mengaku sangat senang atas tercapainya transfer ini, dia yakin Iborra akan menjadi salah satu amunisi penting dalam ambisi klub finish di tempat yang lebih baik pada kampanye musim 2017/18 mendatang.

Musim kemarin, Leicester City sendiri nyaris kolaps, beruntung pemecatan Ranieri dan ditunjuknya Craig Shakespear, membuat mereka terhindar dari degradasi dan finish di peringkat ke-11 pada akhir musim.

Ditegaskan juga oleh kiper Internasional Jerman tersebut bahwa dalam pertandingan melawan PSG itu, enam gol yang diciptakan oleh Barcelona adalah murni karena kerja keras para pemain, bukan karena bantuan dari wasit, seperti tudingan orang-orang.

Barcelona dituding mendapatkan bantuan dari wasit saat berhasil meraih kemenangan telak 6-1 atas Paris saint-Germain dalam babak 16 besar Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu. Namun hal ini dibantah tegas oleh kiper andalan mereka, ter Stegen.

Seperti diketahui, usai kalah 4-0 pada leg pertama, Barcelona secara perkasa menggagahi Les parisiens pada leg kedua dengan skor telak 6-1, dimana hasil itu kemudian membawa mereka melangkah ke delapan besar. Namun sejumlah pihak menyoroti kinerja wasit yang dianggap telah menguntungkan Barcelona karena sejumlah keputusannya yang kontroversial.

Pihak Barca sendiri tidak merasa demikian, begitu juga dengan penjaga gawang andalan mereka, Marc-Andre Ter Stegen. Dia menilai bahwa enam gol yang diciptakan raksasa catalan dalam lga tersebut benar-benar murni karena kerja keras rekan-rekannya.

"Saya tidak tertarik dengan hal tersebut. Siapapun yang menyaksikan pertandingan tahu bahwa kami mencetak enam gol dan itu semua terjadi tanpa bantuan dari wasit," Demikian tegas Ter Stegen kepada Tuttosport.

Sebagaimana diketahui, Barcelona kemudian unggul agregat 6-5 atas paris Saint-germain dan melangkah ke babak perempat final. Di babak delapan besar sendiri, mereka akan berhadapan dengan Juara bertahan Serie A Italia, Juventus, dan leg pertamaya akan berlangsung di Turin pada 12 april mendatang.

Banyak pihak yang menjagokan Barcelona untuk memenangkan pertandingan nanti, namun mereka diklaim tidak akan mampu mencetak banyak gol ke gawang buffon pada laga nanti.

Juru taktik asal Prancis mengatakan bahwa kritik yang dilayangkan orang-orang terhadap gelandang Internasional Jerman itu sangatlah tidak berdasar. Terutama, mereka yang menyebut bahwa Ozil sama sekali tidak memperdulikan Arsenal. Wenger juga mengakui bahwa kekalahan dari bayern sangat menyakitkan.

Mesut Ozil, Playmaker asal Jerman tersebut belakangan menjadi sasaran kritik, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pemain yang tidak perduli dengan klubnya, Arsenal. Namun, hal ini dibantah tegas oleh manajer The Gunners, Arsene wenger.

Sebagaimana diketahui, Periode yang sulit sempat menimpa Arsenal, beberapa kekalahan menghadirkan kritik berlebih, terutama saat telan kekalahan telak 10-2 dari dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa dari Bayern Munchen. Dalam laga tersebut, playmaker asal Jerman, Mesut Ozil, menjadi sorotan publik.

Ya, mantan pemain Real Madrid dianggap sebagai sosok pemalas yang sangat jarang membantu rekan satu timnya. Terkait dengan hal ini, pelatih Arsene Wenger tidak tinggal diam, dia melakukan pembelaan dengan menegaskan bahwa Ozil adalah sosok yang sangat peduli terhadap Arsenal.

"Ia peduli dan orang sering mencela dirinya karena gaya bermainnya, tapi ia jauh lebih peduli daripada yang dipikirkan oleh orang-orang tentang dirinya. Ia sangat ambisius. Ia ingin memenangkan Liga Champions. Ia telah berkali-kali mengatakan hal itu,"

"Kekalahan dari Bayern memang sangat menyakitkan dan sulit diterima oleh kami dan para fans. Saya juga percaya bahwa kekalahan tersebut sangat sulit dia terima, karena faktanya, dia adalah sosok pemain yang sangat berambisi untuk meraih Trofi Liga Champions Eropa," seru Wenger seperti dilansir Sportsmole.

Arsenal sendiri saat ini berada di peringkat ke-5 di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Jika tidak mampu memenangkan delapan laga tersisa, mungkin The Gunners tidak akan lolos ke Liga Champions musim depan.

Tak hanya sanksi berupa dua pertandingan yang didapatkan penyerang asal Argentina itu, melainkan juga denda sebesar 10 Ribu Euro. Tindakannya menendang bola ke arah Wasit rupanya menjadi sorotan pihak otoritas kompetisi Serie A Italia dan Icardi pun tak bisa menghindari Sanksi.

Inter Milan harus menelan pil pahit selepas kekalahan mereka di Derby D’Italia akhir pekan kemarin. Pelatih Stefano Pioli harus memikirkan opsi lain untuk mencover absensi Icardi dalam dua pertandingan ke depan. Ya, Striker asal Argentina itu baru saja dijatuhi sanksi dua laga setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit.

Sebagaimana diketahui, La Beneamata bertandang ke Turin untuk berhadapan dengan tim tuan rumah Juventus dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin. Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah berhasil mengemas tiga angka setelah gol indah Juan Cuadrado membuat skor akhir menjadi 1-0. Kekalahan bagi Inter Milan adalah yang pertama dalam delapan pertandingan terakhir.

Namun, kekalahan di laga tersebut bukan satu-satunya derita yang dialami tim arahan Stefano Pioli. Inter Milan harus segera memikirkan siapa yang akan mereka turunkan sebagai ujung tombak di dua partai berikutnya, karena Mauro Icardi dipastikan absen. Striker asal Argentina itu mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua laga ke depan dari FIGC setelah kedapatan menendang bola ke arah wasit Nicola Rizzoli.

Selain itu, Icardi juga diharuskan membayar sebesar 10 Ribu Euro kepada FIGC terkait dengan pelanggaran yang dia lakukan. Adapun, tak hanya Icardi yang mendapatkan sanksi larangan bermain selama dua pertandingan, tapi juga winger andalan La Beneamata, Ivan Perisic yang mendapati kartu merah dalam pertandingan tersebut karena mengajukan protes terlalu keras.